Senitari dalam hal ini berfungsi sebagai media pendidikan untuk menstimulasi aspek perkembangan anak, karena dalam kegiatan berkesenian untuk anak usia dini diperoleh nilai edukatif yang diperlukan dalam proses pertumbuhannya. Pada hakikatnya konsep seni memiliki apa yang disebut "kreativitas alamiah". Beberapa ciri perilaku yang
Liputan6com, Jakarta Pengertian tari perlu dipahami setiap masyarakat Indonesia. Pasalnya, tari adalah salah satu seni dan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan. Apalagi, hampir tiap daerah di Indonesia memiliki budayanya masing-masing. Keberagaman seni dan budaya ini sudah sepatutnya dipertahankan. Hampir tiap daerah memiliki tarian yang mencerminkan budayanya masing-masing. Bahkan, dalam
menghendakikreativitas dalam memperlakukan etnisitas seni budaya yang dimiliki. Pemerintah daerah mengambil peran aktif dalam menciptakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan seni budaya yang dirasakan menggembirakan. Peran aktif pemerintah dalam kegiatan kreatif kesenian di satu sisi membawa
Senitari. Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tari merupakan salah satu bentuk kesenian yang memiliki media ungkap atau substansi gerak dan gerak yang terungkap adalah gerak manusia. Karena tari adalah seni, walau substansi dasarnya adalah gerak tetapi gerak-gerak dalam tari bukan gerak realistis
5 Seni Tari. Seni tari sangatlah luas dan sangat beragam. Seni tari di sini bisa modern dance atau tari daerah. Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis tari daerah yang menunjukkan keberagaman budaya di Indonesia. Menari juga memiliki banyak manfaat bagi siswa di sekolah dalam pelajaran kesenian.
Siswadi sekolah sebaiknya diberikan pengalaman gerak kreatif dalam menari. Kegiatan tari bagi siswa ditujukan untuk menemukenali diri secara mandiri, hal ini dengan menunjukan kepada diri maupun siswa lain ke dalam aktivitas pencarian gerak pada saat menari secara maksimal. Di bidang seni tari, bakat tari seseorang lebih banyak dimiliki
Kreativitasgerak di TK Aisyiyah Campakoah masih terlihat rendah karena dalam kegiatan menari anak hanya meniru gerakan guru atau bersifat imitatif, anak tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas geraknya. Peneliti memberikan kegiatan tari berbasis cerita (tarita) untuk meningkatkan kreativitas gerak anak.
KetuaSekolah Tinggi Seni Indonesia tahun 1997-2001 ini berpendapat bahwa kreativitas adalah jantungnya seni. Beliau menyampaikan bahwa tanpa kreativitas tidak akan ada karya seni, melainkan hanya pengulangan dari karya seni yang sudah ada sebelumnya.Menurutnya, kehidupan seni sangat ditentukan oleh iklim kreativitas yang sehat.
Humaniora Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona. Pengembangan Kreativitas seni melalui pembelajaran seni tari. Pembelajaran seni tari sangat penting untuk anak usia dini untuk mengembangkan motorik kasarnya. Seni tari merupakan kegiatan kreatif dan menumbuhkan intensitas emosional. Tujuan utama tari adalah agar anak dapat menumbuhkan
Kegiatanmengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam tari menggunakan tubuh sebagai media komunikasi yang memperhatikan unsur keindahan sesuai norma yang berlaku di masyarakat setempat. Seni tari juga memberikan kontribusi dalam perkembangan keterampilan abad 21 yang terkait dengan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif untuk
GKexb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan seni pada anak kembar usia 5 tahun berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak dan merumuskan stimulasi yang tepat. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subjek penelitian sebanyak dua anak kembar yang berusia 5 tahun. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kedua anak telah memenuhi capaian perkembangan pada aspek seni anak berdasarkan standar usia 5 tahun, khususnya dalam hal menikmati berbagai alunan lagu atau suara yang dibuktikan dengan kemampuan 1 bersenandung atau bernyanyi sambil mengerjakan sesuatu; 2 memainkan alat musik/instrument/benda bersama teman. Anak juga telah tertarik dengan kegiatan seni yang dibuktikan dengan kemampuan 1 menyanyikan lagu dengan sikap yang benar; 2 menggunakan berbagai macam alat musik; 3 bermain drama sederhana; 4 menggambar berbagai macam bentuk yang beragam; 5 melukis dengan berbagai cara dan objek; 6 membuat karya seperti bentuk sesungguhnya dengan berbagai bahan. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa stimulasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian aspek perkembangan seni pada anak usia 5 tahun, yakni 1 mendukung minat anak dan memperdengarkan anak lagu-lagu yang disukainya; 2 memberikan apresiasi berbentuk pujian pada anak; 3 memberikan fasilitas berupa beberapa alat permainan yang dapat mengembangkan aspek seni anak; dan 4 apabila anak berhasil melakukan hal positif, maka anak diberikan reward. To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the authors.... Hukuman dapat berupa menyanyikan lagu dihadapan kelompok yang memenangkan pertandingan. Hal ini sesuai dengan pendapat Damayanti et al., 2020 mengatakan bahwa menyanyikan lagu dengan sikap yang benar telah memenuhi standar tingkat pencapaian perkembangan anak pada aspek seni. ...Thia Isri YuningsihHeri Yusuf MuslihinSima MulyadiTujuan dari penelitian ini adalah mengkaji manfaat dari setiap gerakan permainan tradisional boy-boyan terhadap aspek perkembangan anak usia dini. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan mengunakan metode deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah analisis kegiatan. Penelitian ini dilakukan pada salah satu TK di wilayah Kabupaten Ciamis pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Subjek penelitian ini adalah guru dan kepala sekolah. Permainan tradisional boy-boyan belum dijadikan media pembelajaran bagi anak usia dini dengan berbagai alasan, minimnya lahan, serta tidak tercantumnya permainan tradisional dalam kurikulum nasional menjadi kendala belum digunakannya permainan tradisional khususnya boy-boyan sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini. Permainan tradisional boy-boyan dapat dijadikan sebuah media pembelajaran bagi anak usia dini untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangannya. Saat akan menjadikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran, maka pilihlah permainan tradisional yang Novika AndrianiUsep KustiawanRosyi Damayani Twinsari ManingtyasThe potential for creativity must be carried out from an early age. Because the aspect of art development is one of the important aspects and can affect the development of children in future, the purpose of this research was to determaind the application and improvement of children’s artistic creativity through kneading activities with playdouh media. This study uses classroom action with MC Taggart’s Kemmis cycle model, which consists of two cycles and each cycle consists of two meetings. Based on the research that has been done, it show the results that with the application of the art creativity activities of children can be improved properly. Abstrak Mengembangkan potensi kreatif harus dilakukan sejak anak berusia dini, karena aspek perkembangan seni merupakan salah satu aspek yang penting dan dapat mempengaruhi perkembangan anak dimasa selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan serta peningkatan kreativitas seni rupa anak melalui kegiatan membutsir dengan media playdough. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan model siklus kemmis MC Taggart, yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa dengan diterapkannya kegiatan membutsir kreativitas seni rupa anak dapat meningkat dengan SyailindriDinie Ratri DesiningrumPenelitian mengenai kemandirian pada remaja kembar putri belum banyak ditemukan, sedangkan kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan mendasar di masa remaja. Pengalaman kemandirian yang dimaksud adalah bagaimana kehidupan remaja putri bersama saudara kembarnya dan bagaimana proses pencapaian kemandirian remaja putri terlepas dari figur lekat, yaitu saudara kembarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kemandirian remaja putri yang memiliki saudara kembar putri. Purposive sampling digunakan untuk merekrut empat partisipan putri yang memiliki saudara kembar putri, berusia remaja, dan berstatus sebagai mahasiswi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dokumen audio. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan teknik analisis yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan dua tema induk, yaitu 1 hubungan dengan saudara kembar dan 2 kemandirian. Tiga partisipan yang merupakan adik kembar merasakan adanya perbedaan status antara kakak dan adik kembar. Partisipan yang merupakan pasangan kembar fraternal dan lebih dini berpisah dengan saudara kembarnya memiliki kemandirian yang lebih tinggi. Temuan dari penelitian ini berkontribusi menjadi pendukung teori bahwa adik kembar lebih memiliki ketergantungan terhadap kakak kembarnya serta pasangan kembar identik lebih dekat satu sama lain dibandingkan dengan pasangan kembar SitepuAzmiAnam IbrahimKab Deli SerdangAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan gambar ekspresi objek manusia dari indikator bentuk, warna, dan kerapian melalui menggambar menggunakan krayon yang dilaksanakan di TK B Methodist Berastagi berdasarkan teori Lowenfeld. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 peserta didik di TK B 3 Methodist Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Objek penelitian ini yaitu kemampuan menggambar ekspresi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menggambar ekspresi objek manusia dengan krayon berdasarkan teori Lowenfeld pada peserta didik di TK B 3 Methodist Berastagi adalah baik. Karakteristik gambar ekspresi karya peserta didik TK B 3 Methodist Berastagi telah memiliki konsep cerita sesuai dengan imajinasi dan juga sesuai dengan kedaan lingkungan sekitar mereka, seperti didalam ruang lingkup keluarga dan kelas mereka. Kata Kunci gambar, ekspresi, anak, TK, study was designed to describe the ability of images that depict human objects from indicators of shape, color, and neatness through drawing using crayons conducted at Kindergarten B Methodist Berastagi through Lowenfeld's research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were 26 students at the Kindergarten B 3 Methodist in Berastagi, Berastagi District, Karo Regency, North Sumatra Province. The object of this research is the ability to draw expressions. Data collection methods used are observation and documentation. Data analysis uses descriptive qualitative analysis techniques. The results of this study indicate that the ability to draw human object expressions with crayons based on Lowenfeld's theory of students in TK B 3 Methodist Berastagi is good. Characteristic images of expression by Kindergarten B 3 Methodist Berastagi students have a concept of the story in accordance with the imagination and also in accordance with the circumstances of their environment, such as in the scope of their families and classrooms. Keywords image, expressions, children, kindergarten, lowenfeld..Arkas HasanahElise MuryantiPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh dari penggunaan media diorama terhadap perkembangan kemampuan motorik halus anak di TK Jannatul Ma’wa Padang. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berbentuk quasy eksperimen. Dengan jumlah populasi anak TK Jannatul Ma’wa Padang sebanyak 20 orang. Kelas B1 dijadikan sebagai sampel kelas eksperimen, kelas B2 dijadikan sebagai kelas kontrol, masing-masing kelas berjumlah 10 orang anak. Tes dijadikan sebagai teknik pengumpulan data, data yang didapat kemudian diolah menggunakan uji –t untuk melihat perbandingan. Dari hasil penelitian yang didapat menunjukkan rata-rata dari nilai kelas eksperimen adalah 60,25, sedangkan rata-rata nilai kelas kontrol adalah 53,75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media diorama berpengaruh dalam perkembangan kemampuan motorik halus anakStephanie Lestari Yapina Widyawatip> Dalam proses pengasuhan parenting, beberapa faktor dapat mempengaruhi orang tua. Faktor tidak hanya orang tua saja, tetapi karakteristik anak juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi. Salah satu karaktersitiknya adalah anak kembar. Memiliki anak kembar dapat menimbulkan tantangan yang lebih besar karena tanggung jawab orang tua menjadi berlipat ganda pada saat yang bersamaan dan dapat menimbulkan parenting stress. Parenting stress dapat memberikan pengaruh negatif dalam hubungan anak dan orang tua terutama pada ibu yang umumnya lebih banyak terlibat dalam pengasuhan di awal kehidupan. Ibu yang mengalami stres lebih mungkin untuk menampilkan kurangnya kasih sayang, penerimaan, pengawasan, serta lebih dapat memunculkan kontrol dan disiplin. Ibu yang mengasuh lebih dari satu anak berpendapat bahwa stres merupakan salah satu masalah serius yang mereka hadapi. Dikatakan pula bahwa stres yang dialami oleh orang tua dan kemampuan mereka untuk mengatasi coping stress, dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dan non ekperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pareting stress serta coping stress pada ibu yang memiliki anak kembar. Partisipan adalah ibu yang memiliki anak kembar di SD kelas 3 - 6. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi adaptasi dari alat ukur Parenting Stress Index PSI serta alat ukur Cope Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak kembar memiliki tingkat stres yang sedang. Dari hasil penelitian juga dapat disimpulkan bahwa karakteristik distractibility yang dimiliki oleh anak kembar baik kakak maupun adik dapat menyebabkan ibu menjadi stres. Strategi coping yang lebih banyak dilakukan oleh ibu yang memiliki anak kembar yaitu planning dan turning to religion. Kata kunci stres pengasuhan, coping , anak kembar
kegiatan mengeksplorasi kreativitas seni di dalam tari disebut sebagai