AlQur'an Surat Al-Bayyinah - Surat Al-Bayyinah terdiri dari 8 ayat memiliki arti Bukti Nyata . Tafsir Surah Al-Kahf Ayat 54: Manusia Makhluk yang Paling Banyak Membantah kajian-alquran Rabu , 13 Jul 2022, 17:05 WIB. Tafsir Surat Al-Kahf Ayat 51: Setan dan Iblis tidak Bisa Jadi Pelindung Manusia
AlBayyinah [98]: 1-3) Dari ayat di atas dan enam ayat setelah hingga akhir surat Al-Bayyinah (buka Mushaf Al-Qur'an untuk lebih lengkapnya), dengan merujuk kepada kitab-kitab ulama tafsir yang masyhur, dapat diambil beberapa pelajaran di antaranya: - Menjelaskan tentang semua penyimpangan yang terdapat pada agama-agama sebelum Islam dan
SurahAl Bayyinah (Bukti Yang Nyata) Surah ke-98. 8 ayat. Madaniyyah . بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ayat 1-5: Ahli Kitab berpecah belah menyikapi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal ajaran yang dibawanya adalah wajar.
TafsirQS. Al-Bayyinah (98) : 1. Oleh Kementrian Agama RI. Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, yang terdiri dari orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik, tidak akan melepaskan kekufuran mereka, dan tidak mau meninggalkan tradisi nenek moyang mereka, sampai datang bukti nyata, yaitu diutusnya Nabi Muhammad.
1surah shuaraa 2 Surah Baqarah verse 117 3 surah al an am 4 surah al-an'am 5 Surah alfatihah 6 Surah anbiya 7 Surah+anbiyaa 8 Verse 69 9 Angels 10 Heaven 11 Light 12 Bani+israel 13 hud verse 17 14 Muhammad 7 15 Surah at takasthur. Found 30 verse about surah+al+bayyinah. verse translation Surah adalah sebuah search engine khusus tafsir Al
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, [98 ~ AL-BAYYINAH (BUKTI YANG NYATA) Pendahuluan: Madaniyyah, 8 ayat ~ Melalui kitab suci yang ada pada mereka
SurahAl-Qadr dan Artinya; Surah Al-Bayyinah dan Artinya; Al-Qur'an dan Hadis. Menyediakan Al-Qur'an Online dan Kumpulan Hadis. Beranda; Ayat Al-Quran; Tafsir; Home. 2017. October. 1. Tafsir Surah Yasin Ayat 33-47. Page 5. Tafsir Surah Al Falaq October 4, 2017. Tafsir Surah Al Ikhlas
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran), Quran; Doa; (Yaitu seorang rasul dari Allah) lafal ayat ini menjadi Badal dari lafal Al-Bayyinah, yang dimaksud adalah Nabi Muhammad saw.
TafsirSura Al-Bayyinah - Verse 1-8. *1) Here the word kufr (unbelief ) has been used in its widest sense, which includes different forms of the unbelieving attitude. For example, some were unbelievers in the sense that they did not acknowledge Allah at all: some did acknowledge Allah but did not regard Him as the One and only God, but
TheLesson is about the Difference between Theory and Practice! And Why Islam Is not Just a 'Theory' but Also Demands to be Put into 'Practice' and Why When
ListenSurah سورة البينة Al-Bayyinah in Arabic recitation by Shaikh Abd-ur Rahman As-Sudais & Shaikh Su'ood As-Shuraim, Listen & Download MP3 Audio Online Free.. Surah Number: 98; Al-Bayyinah Meaning: The Clear Proof; Moreover, you can listen to quran audio with urdu translation with download full quran mp3 version online. Darsaal also provides Holy Quran download pdf for free.
SurahAl Bayyinah; Tafsir, Asbabun Nuzul, dan Artinya. Surah Al Bayyinah (البينة) adalah surah yang termasuk dalam surah-surah madaniyah dan berada dalam urutan surah ke-98 yang ada di dalam Al Qur'an. Surah yang terdiri dari 8 ayat ini diturunkan setelah surah At Talaq. Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan
TafsirSurah Tahreem Ayat 6 - 8 (Jihad dengan golongan munafik) Tahreem Ayat 6: Sekarang ayat ini ditujukan untuk semua pula. Ini adalah ayat yang berat dalam Al-Qur'an. Ayat 6 - 8 adalah Perenggan Makro Kedua. Allah ﷻ mengajar kita untuk mengambil perhatian kepada urusan ahli keluarga sebagaimana dia menjaga dirinya sendiri.
Search Surah Rahman Benefits Hadith. On the Day of Judgment, Ar-Rahman would appear in the form of a very handsome man who would have a beautiful fragrance Virtues and benefits reading reciting surah It is a fortress for protection against every kind of affliction and calamity Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahim Surah Yasin,Surah Ar-Rahman,Ayatul kursi is most important surah in al quran Surah Yasin
Surahbayinah ( سورة البينة) is also known as surah lam yakun (لم يكن), or Qayyima (قيمة), Al monafikin (المنفكين), and Al bariya (البرية). Surah Al-bayyinah is the 98th chapter of the Noble Qur'an, in which Allah talks about his ability to guide human beings. It shows that Allah presents proof and evidence to
cqqfI. Surat Al-Bayyinah Pembuktian 8 Ayat • Surat ke 98 • Madaniyah لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ 1. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan agamanya sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً 2. yaitu seorang Rasul dari Allah Muhammad yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan Al Quran, فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ 3. di dalamnya terdapat isi Kitab-kitab yang lurus. وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ 4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab kepada mereka melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ 5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ 6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ 7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ 8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Mentioning the Worse and Best of Creation and Their RecompenseAllah informs of what will happen to the wicked disbelievers among the People of the Scripture and the idolators who oppose the Allah's divinely revealed Books and the Prophets whom He sent. He says that they will be in the fire of Hell on the Day of Judgement and they will abide therein forever. This means that they will remain in it and they will have no way out of it and they will not cease being in it.﴿أَوْلَـئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ﴾They are the worst of creatures. meaning, they are the worst creation that Allah has fashioned and created. Then Allah informs about the situation of the righteous people who believed in their hearts and performed righteous deeds with their bodies. He says that they are the best of creation. Abu Hurayrah and a group of the scholars have used this Ayah as a proof that the believers have a status among the creatures that is better than the angels. This is because Allah says,﴿أُوْلَـئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ﴾They are the best of creatures. Then Allah says,﴿جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ﴾Their reward with their Lord meaning, on the Day of Judgement.﴿جَنَّـتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الاٌّنْهَـرُ خَـلِدِينَ فِيهَآ أَبَداً﴾is Eternal Gardens underneath which rivers flow. They will abide therein forever, meaning, having no end, no break and no conclusion.﴿رِّضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ﴾Allah will be pleased with them, and they well-pleased with Him. The condition of Him being pleased with them is more illustri- ous than all of the everlasting delights that they will be given.﴿وَرَضُواْ عَنْهُ﴾and they well-pleased with Him. Due to the comprehensive favors He has given them. Then Allah says,﴿ذَلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُ﴾That is for him who fears his Lord. meaning, this is the reward that will be attained by those who revere Allah and fear Him as He deserves to be feared. This is the person who worships Allah as if he sees Him, and he knows that even though he does not see Him, indeed Allah sees him. Imam Ahmad recorded from Abu Hurayrah that the Messenger of Allah said,أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ الْبَرِيَّةِ؟»Shall I not inform you of the best of creation They said, "Of course, O Messenger of Allah!'' He said,رَجُلٌ آخِذٌ بِعِنَانِ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللهِ، كُلَّمَا كَانَتْ هَيْعَةٌ اسْتَوَى عَلَيْهِ. أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ الْبَرِيَّة»A man who takes the reins of his horse in the way of Allah, and whenever there is a fearful cry from the enemy, he climbs upon it. Shall I not inform you of the best of creation They said, "Of course, O Messenger of Allah!'' He said,رَجُلٌ فِي ثُلَّةٍ مِنْ غَنَمِهِ، يُقِيمُ الصَّلَاةَ وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ. أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشَرِّ الْبَرِيَّةِ؟»A man who has a flock of sheep and he establishes the prayer and gives the obligatory charity. Shall I not inform you of the worst of creation They said, "Of course.'' He said,الَّذِي يُسْأَلُ بِاللهِ وَلَا يُعْطِي بِه»The person who is asked by Allah and he does not give by Him. This is the end of the Tafsir of Surat Lam Yakun Al-Bayyinah, and all praise and thanks are due to Allah.
Surah Al-Bayyinahبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِلَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙOrang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan agama mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata, رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙyaitu seorang Rasul dari Allah Muhammad yang membacakan lembaran-lembaran yang suci Al-Qur'an, فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗdi dalamnya terdapat isi kitab-kitab yang lurus benar. وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗDan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata. وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗPadahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus benar. اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗSungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik akan masuk ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk. اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗSungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖBalasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Baca Al Quran Surat Al-Bayyinah Tulisan Arab Beserta Terjemahan Bahasa Indonesia di Tokopedia SalamMembaca Al Qur'an setiap hari tentu saja mampu mendatangkan maslahat bagi kita seperti mendapatkan pahala untuk permudah meraih surga dan juga berbagai ganjaran lainnya. Membaca Al Qur'an setiap hari pun juga membuat kita senantiasa teringat kepada sang pencipta sehingga hidup akan terasa lebih tenang dan damai. Namun, bila kamu memiliki mobilitas yang begitu tinggi dan merasa kerepotan membawa kitab Al Qur'an ke mana saja. Kamu tak perlu khawatir lagi. Karena kini dengan adanya fitur Quran yang tersedia di Tokopedia Salam kamu bisa mengakses berbagai surah di dalam Al Quran lengkap dari berbagai juz. Termasuk surah Al-Bayyinah yang terdiri dari 8 ayat. Rasakan kemudahan meraih pahala membaca Al-Qur'an harian kamu dengan adanya Tokopedia Salam sekarang juga. Install aplikasinya pada ponsel kesayangan kamu dan temukan berbagai surah Al Qur'an tulisan Arab lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia yang bantu kamu dapat memahami Al Qur'an lebih Kandungan Surah Al-BayyinahSurah Al-Bayyinah adalah surat urutan ke-98 di dalam Al Qur'an dan merupakan bagian dari surah Juz 'Amma. Kata Al-Bayyinah sendiri memiliki arti secara bahasa yaitu mulia. Surat ini juga memiliki jumlah ayat yang sebanyak 5 ayat. Surat Al-Bayyinah diturunkan di kota Madinah dan termasuk ke dalam golongan surah Madaniyyah. Surah ini diturunkan setelah surah At-Thalaq. Dinamai Al-Bayyinah yang berarti 'pembuktian' karena diambil dari perkataan atau lafal Al-Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Adapun kandungan dari surah Al-Bayyinah adalah bahwa Al-Quran dan Rasulullah adalah bukti yang nyata dari Allah Rasulullah membacakan kitab suci Al Quran yang di dalamnya terdapat isi ajaran yang lurus. Bukti ini diturunkan bagi orang-orang kafir yaitu ahli kitab dan orang-orang yang musyrik yang tetap tak ingin meninggalkan kepercayaannya sebelum datang padanya bukti yang nyata. Kaum kafir tidak mau mentaati perintah untuk menyembah Allah dengan ikhlas. Mereka menyangkal mentaati agama, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat. Mereka akan diberi ganjaran berupa balasan neraka yang amat Bacaan Surah Surah Al-BayyinahDari Imam Qurthubi menjelaskan bahwa Al Bayyinah memiliki beberapa keutamaan. Surat Al-Bayyinah memiliki manfaat yang besar jika mau mengajarkannya sebagaimana dalam sebuah sabda Rasulullah yang berbunyi ''Seandainya saja umat manusia mengetahui apa yang ada di dalam Lam Yakunilladzina kafaru, niscaya mereka akan mengabaikan keluarga dan hartanya demi mengajarkannya.'' Pada Hadist lainnya juga disebutkan keutamaan dari bacaan surah Al-bayyinah. Sebagaimana hadist shahih yang diriwayatkan oleh Anas bahwa Rasulullah bersabda kepada Ubay Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku agar membaca untukmu Lam Yakunilladzi kafaru. ” Ubay bertanya Allah menyebutkan aku padamu? Beliau menjawab Ya, Lalu Ubay menangis HR Mutafaqalaihi. Dengan membaca surat Al Bayyinah dan juga memahami artinya juga dapat menuntun kita agar selalu mempercayai Rasulullah Sehingga kita terhindarkan dari sifat umat kafir terdahulu yang menyangkal semua bukti dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah Baca Al Qur'an surah Surat Al-Bayyinah dan berbagai surah lainnya lebih mudah dan praktis lewat Tokopedia Salam. Ayo, download aplikasinya di ponselmu sekarang juga!
TAFSIR SURAT AL-BAYYINAHOleh Ustadz Nur Kholis bin Kurdian Abu Hammamلَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةًفِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌOrang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan agamanya sebelum datang bukti yang nyata. yaitu seorang Rasul dari Allah Muhammad yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan Al Quran, di dalamnya terdapat isi Kitab-kitab yang lurus [al-Bayyinah/ 981-3]PENJELASAN AYAT Ayat di atas menjelaskan bahwa orang-orang kafir baik Yahudi maupun Nasrani dan juga penyembah berhala, mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan agama mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata yaitu datangnya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam . Kemudian ketika beliau datang dengan membawa al-Qur’an kepada mereka, sebagian mereka ada yang beriman dan meninggalkan agamanya dan ada sebagian lain yang yang telah disebutkan didalam ayat berikutnyaوَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلاَّ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُDan orang-orang yang telah didatangkan al-kitab kepada mereka tidaklah berpecah belah melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. [al-Bayyinah/984]Sebelum Rasulullah diutus, orang Yahudi maupun Nasrani sepakat menunggu kedatangan beliau untuk mengikutinya karena beliau adalah Nabi akhir zaman penutup kenabian.[2]Hal ini berdasarkan penjelasan dari kitab-kitab mereka baik Taurat maupun Injil tentang akan diutusnya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai rasul akhir zaman, akan tetapi ketika beliau datang, mereka pun berpecah belah, ada yang masuk Islam dan ada yang tetap diriwayatkan oleh Salamah bin Sallâmah bin Waqsy Radhiyallahu anhu. bahwa dulu kami mempunyai tetangga orang Yahudi dari bani Abdul Asyhal, dia selalu mengatakan kepada kaumnya yang menyembah berhala, tentang adanya hari kiamat, adanya hari kebangkitan manusia dari kuburnya, adanya hari perhitungan amal, dan adanya surga dan neraka. Kemudian mereka berkata kepada si Yahudi,”Celakalah engkau wahai fulan! Apakah itu yang kamu yakini? Kemudian dia menjawab,”Ya, demi Dzat yang aku bersumpah dengan-Nya.” Kemudian si Yahudi tersebut memperingatkan mereka agar mereka menyelamatkan diri dari api neraka pada hari kiamat nanti. Merekapun bertanya,”Celakalah engkau wahai fulan! Apakah tanda-tanda yang menunjukkan datangnya hari kiamat tersebut?” Dia menjawab,”Akan diutus seorang Nabi dari kota ini – dengan menunjuk ke arah Mekah dan Yaman- ke arah selatan Madinah”. Mereka bertanya lagi,” Kapan munculnya?” Kemudian si Yahudi tadi melihatku kata perawi dan waktu itu aku masih kecil, lalu dia mengatakan,”Jika anak ini besar, maka dia akan menemui masanya”. Perawi berkata,”Demi Allah Azza wa Jalla setelah beberapa tahun kemudian muncullah Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang sekarang ada di sisi kami. Kemudian kami beriman kepadanya, akan tetapi si Yahudi kufur dan mengingkarinya karena dengki dan hasad karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bukan dari kaumnya. Perawi berkata kepada si Yahudi,”Celakalah engkau wahai fulan! Bukankah ini yang kamu katakan dahulu?” Dia menjawab,”Ya, akan tetapi bukan dia.”[3]Begitu juga kisah raja Romawi Heraclius ketika bertanya kepada Abu Sufyan –ketika masih kafir- tentang sifat-sifat Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam , ajaran dan pengikutnya, guna mencocokkan hal tersebut dengan apa-apa yang telah ia dapatkan dari kitab agama Nasrani. Kemudian jika berita tersebut cocok, maka ia akan mengikutinya. Ternyata apa yang disampaikan Abu Sufyan cocok dengan apa yang ia dapatkan. Tetapi ketika datang surat dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang berisi seruan untuk memeluk Islam, dia menolaknya, karena takut kehilangan pamor dan ditinggalkan oleh rakyatnya. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam Shahîhain.[4]Sedangkan penyembah berhala, mereka mengetahui kedatangan Rasul Shallallahu alaihi wa sallam dari para dukun yang mempunyai khadam jin yang mencuri kabar dari langit sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam . Kemudian setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam diutus, para jin tersebut tidak bisa lagi mencuri kabar dari langit, karena para malaikat melemparinya dengan bintang-bintang. Mereka pun akhirnya mengetahui hal itu sebagai tanda bahwa Rasul yang dimaksud telah muncul.[5]Kemudian ayat berikutnyaرَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفاً مُطَهَّرَةً فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌYaitu seorang Rasul dari Allah Muhammad yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan. Di dalamnya terdapat kitab-kitab yang lurus.[al-Bayyinah/982-3]Ayat ini menjelaskan ayat sebelumnya bahwa bukti yang nyata tersebut adalah seorang Rasul Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang membacakan lembaran-lembaran yang dimaksud صُحُفاً مُطَهَّرَةً lembaran lembaran yang disucikan adalah al-Qur’an[6] yang telah disucikan dari kebathilan.[7] Di dalamnya terdapat ayat-ayat dan hukum-hukum yang tertulis.[8]Kemudian firman Allah Azza wa Jalla وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِPadahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.[ al-Bayyinah/985]Ayat ini menjelaskan ayat sebelumnya bahwa mengapa mereka berpecah belah setelah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam datang kepada mereka? bukankah dia adalah Rasul yang mereka tunggu-tunggu?Padahal sebenarnya mereka tidak diperintahkan baik di dalam kitab-kitab mereka dan seruan para Rasul mereka, maupun di dalam al-Qur’an dan seruan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , kecuali untuk menyembah Allah Azza wa Jalla semata dan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya, dengan meninggalkan semua agama yang mereka ikuti dan memeluk agama Islam. Mereka juga diperintahkan untuk menunaikan shalat pada waktunya dengan memperhatikan tata cara, syarat dan rukunnya, serta diperintakan pula mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka untuk para fakir dan miskin. Dan itulah agama yang lurus yang mengantarkan seorang hamba untuk mendapatkan ridha-Nya dan surga yang abadi dan selamat dari siksa dan amarah-Nya.[9]Kemudian ayat berikutnyaإِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِSesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik akan masuk ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya, mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. [Al-Bayyinah/986-7]Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menjelaskan keadaan orang-orang yang menyelisihi kitab-kitab-Nya dan para Rasul-Nya baik dari ahli kitab maupun orang-orang musyrik, bahwa mereka nanti pada hari kiamat akan dimasukkan ke neraka Jahannam dan mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk pada ayat berikutnya Allah Azza wa Jalla menjelaskan keadaan orang-orang shaleh yang telah beriman dengan hati mereka dan melakukan amal kebajikan dengan jasad mereka, bahwa mereka adalah sebaik-baik makhluk.[10]Kemudian firman Allah Azza wa Jalla جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُBalasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada tuhan-Nya. [al-Bayyinah/988]Dalam ayat di atas Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa balasan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh di sisi Tuhan mereka nanti pada hari kiamat adalah surga Adn, mereka menetap di sana selama-lamanya, tidak akan pernah keluar darinya, dan juga tidak akan mati. Di bawah pepohonan-nya terdapat sungai-sungai yang Azza wa Jalla ridha terhadap ketaatan yang telah mereka lakukan di dunia.., begitu pula sebaliknya merekapun ridha terhadap pemberian Allah Azza wa Jalla berupa nikmat pahala dan kemuliaan, sebagai balasan atas perbuatan baik mereka ketika di tersebut akan diberikan oleh Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat nanti kepada orang yang beriman dan beramal shaleh serta takut kepada Allah Azza wa Jalla ketika di dunia, baik di waktu sepi maupun terang-terangan, dengan terus melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. [11]PELAJARAN DARI AYAT. 1. Penjelasan tentang penyimpangan-penyimpangan yang terdapat pada agama-agama sebelum Islam dan Orang-orang ahli kitab khususnya, bersabar menanti kedatangan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk mengikuti ajarannya, karena mereka mengetahui bahwa di dalam agama mereka terdapat perubahan dan penyelewengan. Akan tetapi ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang kepada mereka dengan membawa kebenaran, mereka pun berpecah-belah sebagian masuk Islam sebagian lainnya Orang-orang ahli kitab diperintahkan untuk mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan menjauhi kesyirikan. Serta diperintahkan untuk meninggalkan agama mereka dan memeluk agama Islam ketika Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam datang, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam kitab-kitab Agama yang lurus dan diridhai oleh Allah Azza wa Jalla adalah agama yang berdiri di atas tauhid serta mengajarkan shalat, zakat serta meninggalkan agama-agama selain Balasan bagi orang yang tidak masuk Islam setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang adalah seburuk-buruk Orang yang beriman dan masuk Islam serta melaksanakan ajarannya, pada hari kiamat nanti akan mendapatkan sebaik-baik balasan yaitu keridhaan Allah Azza wa Jalla dan kekal di Keutamaan Khasy-yah takut kepada Allah Azza wa Jalla membawa seseorang untuk ta’at kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan baik berupa keyakinan, perkataan maupun 1. Aisarut-Tafâsir, Abu bakr Jâbir al-Jazâiri, maktabah ulûm wal hikam, Madinah. Cetakan kelima H/2003M. 2. Jâmi’ul-Bayân an ta’wîli Ayil Qur’an, Muhammad bin Jarîr Abu Ja’far at-Thabary, Mu’assasah ar-Rîsalah – Lebanon. Cetakan pertama H/ M. 3. Tafsîrul-qur’ânil-adzîm, al-hâfidz Abul fidâ’ Ismâ’îl bin Umar bin Katsîr al-Qurasyi, Dârut-Taibah Riyadl-KSA. Cetakan kedua H/ M. 4. Al-Jâmi’ li-Ahkâmil Qur’ân, Abu Abdillâh Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr bin Farah al-Anshâri al-Qurthubi, Dâr Alâmul-kutub – Riyadl–KSA. Cetakan 23 H/ M. 5. Shahîh Bukhâri, Muhammad ibn Ismâ’îl al-Bukhâri. Tahqîq Dibul bugha. Dâr Ibnu Katsîr Beirut. Cetakan 3. Tahun 1407 H – 1987 M. 6. Almustadrak alâsh shahîhain, Muhammad bin Abdullâh Abu Abdillâh Al-Hâkim an-Naisabûri. Tahqîq Musthafa Abdul Qadîr Athâ. Dârul kutub al-ilmiyah – Beirut. Cetakan pertama tahun 1411 H – 1990 M. 7. Uyûnul-Atsar fî funûnil maghâzi wasy-syamâil wassiyar, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Sayyidinnâs Abul Fath. Maktabah dârut-turats – Madinah – KSA. Cetakan pertama tahun 1413 H – 1992 M.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02//Tahun XIII/1431H/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016] _______ Footnote [1]. Aisarut tafâsîr 5/600. [2]. Ibid. [3]. Al-Mustadrak 3/471. Al-Hâkim berkata,”Hadits ini shahîh sesuai syarat Muslim. Adz-dzahabi juga sependapat dengannya. [4]. Shahîh Bukhâri 4/1827. Shahîh Muslim 5/163. [5]. Uyûnul Atsar 1/125. [6]. Tafsîr Ath-thabari 24/540 [7]. Tafsîr Al-Qurthubi 20/142 [8]. Tafsîr Al-Baghawi 8/493 [9]. Aisarut tafâsir 5/600 [10]. Tafsîr Ibnu Katsîr 8/457 [11]. Tafsir Ath-thabari 24/542-543.
tafsir surah al bayyinah